Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kompetensi Asesmen Deep Learning Melalui Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Komunitas bagi Guru-Guru SMK di Kabupaten Karanganyar.” Kegiatan yang didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS ini diselenggarakan pada 9 Juni 2026 di SMK Negeri Jumantono, Kabupaten Karanganyar, dan diikuti oleh 60 guru SMK dari berbagai bidang keahlian di Kabupaten Karanganyar. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri Jumantono, Waluyo, S.Pd., M.T., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNS dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru melalui penguatan kompetensi asesmen yang relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Program pengabdian diketuai oleh Dr. Sumardi, M.Hum. bersama tim yang terdiri atas Dr. Ngadiso, M.Pd.; Dr. Endang Setyaningsih, S.Pd., M.Hum.; Ellisa Indriyani Putri Handayani, S.Pd., M.Hum.; dan Hasan Zainnuri, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini berangkat dari hasil analisis kebutuhan yang menunjukkan masih terbatasnya kompetensi guru SMK dalam merancang dan mengimplementasikan asesmen yang mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Tiga permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan guru dalam menyusun instrumen yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills), adanya kesenjangan antara keyakinan (teacher beliefs) dan praktik asesmen di kelas, serta masih rendahnya literasi teknologi untuk menerapkan blended assessment yang autentik dan kontekstual sesuai dengan karakteristik pendidikan vokasi.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim pengabdian mengembangkan pendekatan berbasis komunitas yang mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital. Melalui model Learn–Model–Practice–Review, para peserta memperoleh pengalaman langsung dalam merancang instrumen asesmen autentik yang mendorong kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan refleksi peserta didik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan coaching clinic, forum refleksi, dan pendampingan berjenjang yang bertujuan menyelaraskan keyakinan guru dengan praktik asesmen di kelas. Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan hands-on mengenai pemanfaatan berbagai platform digital seperti Google Forms, Quizizz, dan Flipgrid untuk mengembangkan asesmen berbasis teknologi yang interaktif, adaptif, dan bermakna.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program pengabdian menargetkan lahirnya berbagai luaran strategis yang berkelanjutan, antara lain tersusunnya instrumen asesmen deep learning yang telah divalidasi, pengembangan Toolkit Digital Asesmen Deep Learning, serta terbentuknya Komunitas Praktisi Asesmen Deep Learning Guru SMK Kabupaten Karanganyar sebagai wadah kolaborasi dan berbagi praktik baik antar guru. Evaluasi program dilaksanakan menggunakan Model Kirkpatrick untuk mengukur tingkat kepuasan peserta, peningkatan pengetahuan, perubahan praktik pembelajaran, serta dampak awal terhadap implementasi asesmen di sekolah. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran profesional yang berkelanjutan sehingga inovasi asesmen tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi terus berkembang melalui kolaborasi antaranggota komunitas.

Secara lebih luas, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi profesional guru dalam mengembangkan asesmen yang mendorong keterampilan abad ke-21, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, komunitas guru, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Karanganyar. Melalui inisiatif ini, UNS terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan inovasi akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan nasional melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat.

 

About The Author

sidebar-cta-repairs
sidebar-cta-careplan
sidebar-cta-installations

Comments